Minggu, 01 Juni 2014

12 Makanan Super Pelawan Kanker

Setiap hari satu orang terdiagnosis kanker. Meski penyebab kanker belum diketahui dengan pasti, bukan berarti kita hanya bisa pasrah menghadapi penyakit ini. Banyak penelitian menunjukkan kanker dapat dicegah dengan menjalankan pola hidup sehat.

Memilih makanan yang sehat dan olahraga rutin bukan hanya dapat mencegah kanker, melainkan penelitian juga menunjukkan bahwa makanan yang tepat dapat menghentikan perkembangan sel kanker. Berikut adalah 12 makanan super yang diketahui bisa menjauhkan kita dari kanker.

1. Kacang tanah
Kaya akan vitamin E yang menurunkan risiko kanker kolon, paru-paru, hati, dan kanker lainnya. Selai kacang yang nikmat pada roti gandum utuh akan membantu Anda melawan kanker.

2. Grapefruit

Jeruk, grapefruit, dan brokoli kaya akan vitamin C. Elemen ini penting untuk mencegah pembentukan senyawa nitrogen yang merupakan penyebab kanker. Makanan mengandung vitamin C tinggi ini menurunkan risiko kanker esofagus, kandung kemih, payudara, serviks, lambung, dan usus besar. Jadi, jangan lupakan makanan-makanan ini dalam diet Anda sehari-hari.

3. Berry
Buah berry merupakan pelawan kanker yang tangguh. Kandungan antioksidannya yang tinggilah yang menyebabkan demikian.

4. Ubi jalar
Ubi jalar kaya beta karoten yang dapat menurunkan risiko kanker kolon, lambung, dan paru-paru. Studi menunjukkan, ubi jalar dapat menurunkan risiko kanker payudara hingga setengahnya.

5. Salmon liar
Salmon, terutama ikan yang ditangkap liar, merupakan sumber vitamin D yang baik. Makanan yang kaya vitamin D membantu menghalangi perkembangan pembuluh darah yang memberi makan tumor tumbuh dan membantu menghentikan proliferasi sel kanker dan prakanker.

6. Biji lenan
Asam lemak omega-3 mencegah pertumbuhan sel kanker, selain itu juga dapat mengurangi inflamasi. Selain ikan, biji lenan merupakan sumber asam lemak omega-3 yang baik.

7. Kunyit

Kurkumin, bahan aktif dari kunyit yang berperan dalam anti-inflamasi dan antioksidan. Kurkumin juga dapat menjadi penghalang dari komunikasi sel-sel kanker sehingga mencegah perkembangannya.

8. Teh
Teh mengandung senyawa katekin yang menghambat pertumbuhan kanker. Sebuah studi di China mengatakan, peminum teh hijau memiliki risiko yang lebih rendah untuk mengembangkan kanker dibandingkan mereka yang tidak.

9. Sayuran 

Buah dan sayur mengandung fotonutrien yang sama pentingnya dengan mineral dan vitamin. Sayuran seperti kembang kol dan kubis mengandung fitonutrien yang dapat membantu menghambat metabolisme karsinogen dan merangsang tubuh untuk memproduksi enzim detoksifikasi.

10. Tomat
Studi pada tahun 2009 yang dimuat dalam Journal of Clinical Oncology menunjukkan bahwa tomat mengandung likopen yang membantu mencegah kanker prostat. Likopen merupakan antioksidan kuat yang juga dapat mencegah pelbagai jenis kanker lainnya.

11. Delima
Delima kaya akan asam elagik yang dapat memperlambat pertumbuhan sel kanker. Asam elagik juga menonaktifkan senyawa penyebab kanker.

12. Bawang bombai
Bawang bombai kaya akan senyawa anti-kanker. Bawang bombai dapat dimakan mentah ataupun sebagai campuran makanan.

Kamis, 15 Mei 2014

Harapan Bagi Pasien Kanker Stadium Lanjut

Banyak orang takut terhadap kanker karena penyakit ini dianggap sebagai lonceng kematian. Padahal, meski kanker adalah penyakit yang sangat serius, kemajuan ilmu kedokteran dan pengobatan, menjadikan angka kematian akibat kanker terus menurun.

Saat ini makin banyak pengobatan kanker yang berhasil baik. Obat-obatan kanker generasi baru yang secara selektif mematikan sel kanker tanpa merusak sel sehat terus dikembangkan. Obat tersebut disebut juga dengan terapi sasaran (targeted therapy).

Menurut Dr.Aru Sudoyo, pakar hematologi-onkologi medik, obat yang dipakai dalam terapi sasaran sangat berkontribusi meningkatkan usia harapan hidup pasien kanker stadium lanjut. 

"Pada tahun 1990-an, orang yang sakit kanker hanya bisa bertahan enam bulan. Sekarang ini, mereka bisa bertahan lebih dari dua tahun. Harapan hidup pasien kanker pasti akan bertambah lama dalam beberapa tahun ke depan," kata Aru dalam acara media edukasi mengenai terapi sasaran yang diadakan oleh PT.Roche Indonesia di Jakarta (3/4/13).

Aru menjelaskan, pengobatan dengan terapi sasaran hanya ditujukan untuk pasien kanker stadium lanjut dan tidak untuk menggantikan kemoterapi. Pada pasien kanker stadium satu sampai tiga pengobatan utamanya adalah operasi. 

"Tujuan pemberian terapi sasaran adalah supaya pasien bisa dioperasi. Karena itu sel-sel kanker yang sudah menyebar dicegah sehingga tumornya menjadi kecil dan bisa dipotong. Kondisinya jadi seperti kembali ke stadium satu," kata dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia ini.

Pemberian terapi sasaran harus digabungkan dengan kemoterapi. "Obat terapi sasaran akan membantu memperkuat kemoterapi. Ibaratnya sel kanker dikepung dari berbagai sisi," katanya. 

Generasi baru

Para ilmuwan saat ini terus mengembangkan obat-obatan terapi sasaran generasi baru yang lebih efektif dan mampu meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup pasien kanker. 

"Obat-obatan terapi sasaran bukan untuk melenyapkan sel kanker, tetapi menjadikan kanker sebagai penyakit kronik seperti halnya hipertensi atau diabetes yang bisa dikontrol dengan obat," kata Aru.

Menurut dr.Arya Wibitomo, Head of Medical Affairs PT.Roche Indonesia, saat ini yang menjadi fokus penelitian para ahli adalah mencari obat terapi target yang bisa bekerja tanpa kemoterapi. 

"Saat ini pasien kanker diberikan dua obat, obat kemoterapi dan terapi sasaran. Nantinya cukup dalam satu sediaan obat dengan efek samping minimal," kata Arya.

Ada berbagai jenis obat terapi sasaran, salah satunya adalah antibodi monoklonal yang akan merangsang sistem kekebalan tubuh alamiah yang secara khusus menyerang sel kanker. Pertumbuhan sel-sel darah yang memasok oksigen dan zat gizi ke sel kanker juga akan dihambat sehingga sel kanker menjadi kecil dan mati. 

Obat-obatan terapi sasaran memang masih cukup mahal. Sebagai ilustrasi, untuk satu siklus pengobatan kanker yang digabungkan dengan kemoterapi, membutuhkan biaya antara 40-50 juta rupiah. 

Terapi sasaran juga hanya bisa diberikan pada tumor padat seperti kanker paru, payudara, kolorektal, ginjal, dan otak. Obat-obatan terapi sasaran biasanya menyebabkan efek samping naiknya tekanan darah.

Kamis, 01 Mei 2014

Kenali 3P Gejala Leukemia

Bukan cuma orang dewasa yang bisa terkena kanker. Anak-anak pun tak luput dari penyakit paling ditakuti ini. Jenis kanker yang paling sering ditemukan pada anak adalah leukemia atau kanker darah.

Boleh dikatakan hampir 70 persen kanker pada anak adalah leukemia. Di urutan selanjutnya adalah kanker padat seperti kanker mata, ginjal, atau tulang.

Leukemia terjadi ketika sumsum tulang memproduksi sel darah putih (leukosit) secara berlebihan. Sebagian sel darah putih itu berubah sifat menjadi ganas. Akibatnya, sel darah putih yang seharusnya menjadi "tentara" untuk melindungi tubuh justru menekan trombosit (keping darah) dan eritrosit (sel darah merah).

Karena mengalir bersama darah, sel darah putih menyebar termasuk ke otak, gusi, kulit, tulang, hati, limpa, dan testis. Serangan sel darah putih yang mengganas itu bisa dilihat sebagai gejala. 

Menurut Prof.Dr.Bambang Permono, dokter spesialis anak dari RS.Dr.Soetomo, Surabaya, orangtua mesti curiga dan waspada jika anak menunjukkan gejala-gejala 3P. "Ada tiga gejala utama, yakni anak tampak pucat, panas atau demam tanpa diketahui penyebabnya, serta ada perdarahan dengan pembesaran organ atau benjolan di getah bening," katanya disela acara peresmian rumah singgah pasien kanker anak Rumah Kita di Surabaya beberapa waktu lalu. 

Perdarahan yang dialami anak bisa terjadi di gusi, hidung, atau bintik-bintik kemerahan di bawah kulit mirip dengan gejala demam berdarah. "Jika ada gejala-gejala itu hampir 80 persen adalah leukemia," katanya.

Untuk memastikannya perlu dilakukan pemeriksaan darah tepi untuk mengetahui jumlah haemoglobin, leukosit, dan trombosit. Selain itu perlu diperiksa sumsum tulang belakang.

Pesatnya dunia kedokteran dan pengobatan menjadikan usia harapan hidup pasien kanker lebih tinggi dibandingkan satu dasawarsa terakhir. Menurut Bambang, harapan hidup pasien leukemia kini sudah lebih dari 50 persen. 

"Kalau ditemukan sejak dini, harapan kesembuhannya sangat besar. Ada pasien saya yang didiagnosa leukemia sejak usia 4 tahun bisa sembuh dan sekarang sudah dewasa dan memiliki dua anak," katanya.

Tinggi rendahnya harapan hidup pasien, jelas Bambang, ditentukan oleh dua hal, penemuan kanker pada stadium awal serta kepatuhan pasien dalam pengobatan. Pengobatan utama leukemia adalah kemoterapi. 

Sayangnya bagi pasien yang tidak mampu, pengobatan seringkali terputus. Bahkan meski biaya pengobatan sudah ditanggung pemerintah, namun banyak dari mereka yang tak punya biaya untuk bolak-balik ke rumah sakit. Padahal, pengobatan leukimia memakan waktu berbulan-bulan bahkan tahunan.

Meningkat

Di Surabaya, berdasarkan data dari RS Dr.Soetomo, jumlah penderita kanker pada anak dalam 5 tahun terakhir makin meningkat. Pada tahun 2010 ada 689 anak terdeteksi kanker, sedangkan di tahun 2011 tercatat ada 744 pasien kanker anak baru. 

Penyebab dari semua kanker tersebut masih belum diketahui. Menurut Bambang, hal tersebut mungkin berkaitan dengan peningkatan industri sehingga pencemaran pun meningkat.